Awalan

Puluhan TKA China Kembali Masuk Indonesia, Pengamat: Pemerintah Bertekuk Lutut


 Pengamat politik, Dedi Kurnia Syah menanggapi soal kabar puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) China kembali masuk ke Indonesia di tengah penerapan PPKM level 4.

Pengamat sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini menilai kedatangan 34 TKA China ke Indonesia di tengah PPKM akan berdampak merusak kepercayaan publik pada pemerintah.

Pasalnya, kata Dedi, Pemerintah Indonesia akan dinilai tidak berani dengan tegas menolak kedatangan TKA China tersebut.

“Bisa saja relasi ekonomi yang dibangun dengan China sudah sampai pada tahap Indonesia bertekuk lutut, dan ini semestinya tidak baik,” ujar Dedi, Minggu 8 Agustus 2021 seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Menurutnya, dengan kondisi Indonesia seperti saat ini, RI akan berpotensi kehilangan pengaruh terhadap China. Tetapi di saat yang bersamaan pemerintah nampak keras pada masyarakat.

“Berpotensi negara kehilangan pengaruhnya dengan China, sementara dengan warga sendiri justru sebaliknya, mengekang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara menjelaskan, 34 WNA China itu merupakan tenaga kerja asing (TKA) yang sudah memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS).

“34 TKA asal Tiongkok tersebut juga telah mendapat rekomendasi untuk diizinkan masuk dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno Hatta,” ungkap Arya.

Berdasarkan Peraturan Menkumham27/2021, seluruh warga asing dilarang masuk selama pandemi Covid-19, khususnya masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Namun terdapat pengecualian untuk lima kelompok warga asing, yaitu mereka yang memiliki visa dinas dan diplomatik, pemegang izin tinggal dinas dan izin tinggal diplomatik, memiliki tujuan kesehatan dan kemanusiaan dengan rekomendasi kementerian/lembaga terkait, serta awak alat angkut,” ujarnya.

Belum ada Komentar untuk "Puluhan TKA China Kembali Masuk Indonesia, Pengamat: Pemerintah Bertekuk Lutut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel