Surga merupakan tempat terindah di alam akhirat sebagai puncak kebahagiaan yang abadi. Surga juga sebagai balasan atas kebaikan yang telah dilakukan ketika manusia hidup di dunia. Ketika seseorang ingin masuk surga, tentunya harus menjalani berbagai macam ujian-ujian yang Allah SWT berikan. Sehingga hanya hamba-hamba terbaik saja yang bisa masuk dalam surga-Nya.
Begitu juga menurut Gus Baha, ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) ini bercerita ada seorang yang sejak kecil tidak pernah melakukan maksiat, artinya selalu beribadah di jalan Allah SWT, maka ia akan mendapat kunci surga di akhirat kelak. Saat berada di surga, ia ditanya oleh Allah SWT, dan terjadi dialog antara hamba dan penciptaNya.
"Kenapa kamu bisa masuk surga,"
"Sebab saya selalu taat, tidak pernah maksiat,"
"Taatmu kan hanya 80 tahun, karena umurmu hanya 80 tahun,"
"Berarti kamu masuk surga hanya 80 tahun,"
"Wah ini tidak fair, Gusti, katanya di surga itu selama-lamanya,"
"Kalau kamu masuk surga hanya karena ibadahmu, berarti hanya 80 tahun, kamu hanya ibadah 80 tahun kok minta di surga selama-lamanya,"
"Tidak Gusti, berarti karena Fadhol Gusti,"
"Tidak jadi, sudah kelewat, sudah terlanjur kecewa, sudah kamu masuk neraka saja,"
Kemudian Gus Baha menjelaskan jika logika yang terlalu fikih itu repot. Jika seseorang masuk surga karena ibadahnya, maka ketika umurnya 80 tahun, berarti ia hanya mendapat surga selama 80 tahun.
Begitu juga sebaliknya, saat orang seseorang melakukan maksiat selama 80 tahun, berarti ia berada di neraka hanya 80 tahun juga.
"Karena masuk surga itu karena fadholnya Allah SWT, sebab yang abadi itu hanya fadholnya Allah SWT," ujar Gus Baha dalam video yang diunggah melalui channel YouTube Santri Gayeng.
"Oleh karenanya, seseorang harus berkeyakinan masuk surga itu karena fadholnya Allah, sebab kalau masuk surga hanya karena amalnya saja, itu tidak cukup," kata Gus Baha.
Belum ada Komentar untuk "Gus Baha: Amal Saja Tidak Cukup untuk Masuk Surga"
Posting Komentar