Yasinan Bid’ah Yang Dianggap Sunah, Begini Komentar Dr. Arrazy Hasyim, M.Fils.
Kegiatan yasinan dan tahlilan termasuk kegiatan dan amalan yang banyak dilakukan di lingkungan masyarakat muslim.
Biasanya yasinan dan tahlilan dilaksanakan setiap malam jumat dan diadakan bergilir dari rumah ke rumah.
Acara yasinan dan tahlilan juga dilaksanakan apabila ada keluarga yang meninggal dunia pada hari meninggalnya, 3 harinya, 7 harinya hingga 40 harinya.
Hingga saat ini banyak masyarakat beranggapan bahwa yasinan dan tahlilan adalah amalan wajib bagi keluarga yang meninggal.
Sementara itu polemik dasar dan dalil yasinan dan tahlilan juga terus bergulir menjadi bahan perdebatan antar para ulama islam di Indonesia ini.
Muhammad ikrar yamin dalam tulisannya berjudul yasinan bid’ah yang dianggap sunah mengatakan dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan surat Yasin jika dibaca secara khusus tidak dapat dijadikan hujjah.
Membaca surat Yasin pada malam tertentu, saat menjelang atau sesudah kematian seseorang tidak pernah dituntunkan oleh Syariat Islam.
Bahkan seluruh hadits yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Yasin tidak ada yang sahih sebagaimana ditegaskan oleh Al Imam Ad Daruquthni.
Sementara itu Dr. Arazzy Hasyim, M.Fils seorang ahli hadist dari Sumatera Barat menanggapi hal hal tersebut.
Arazzy Hasyim pernah mengomentari seorang tokoh agama Islam terkenal di dunia Dr. Zakir Naik dengan mengatakan bahwa zakir naik bukan seorang ulama.
Berkaitan dengan Yasinan dan Tahlilan Arazzy Hasyim yang kelahiran Payakumbuh itu menyebutkan bahwa “Kadang kadang kita mengeluarkan orang dari sunah karena hal hal kaya gini”
Dilansir oleh Lensa Purbalingga dari laman youtube Mukhlis Alahudin, “Masalah Yasinan dan tahlilan ini masalah sensitif”
Arazzy Hasyim mengaku bahwa ditempat lahirnya merupakan basisnya muhamadiyah, “saya dilahirkan di Payakumbuh itu pusatnya Muhammadiyah juga teman-teman salafi banyak disitu, majelis Mujahidin banyak di situ, tarekat juga berjamur di situ”
Dimasyarakat sekitarnya pernah ada yang melaksanakan yasinan dan tahlilan karena ada keluarganya meninggal.
Kemudian diperingatkan oleh tetangganya bahwa yasinan dan tahlilan adalah bid’ah dan tidak ada dalam sunah.
Arazzy Hasyim geram menanggapi hal tersebut. Dia mengatakan Koq berani beraninya ustad sekarang merendahkan dan meragukan Imam Bukhari dan Imam Abu Daud.
Dalam penjelasannya Arazzy Hasyim menerangkan bahwa Imam Bukhari punya punya sahabat namanya Imam Abu Daud sama-sama ngaji kepada Imam Ahmad.
Sementara Dalil Yasinan dan Tahlilan dikeluarkan oleh Imam Abu Daud sebagai berikut :
عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس قَلْبُ اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَانْ
Dari sahabat Ma’qal bin Yasar r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda : surat Yasin adalah pokok dari al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosadosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (H.R. Abu Dawud, dll)
Dalam Mushaf Imam Ahmad disebutkan bahwa ada sahabat Nabi bernama Huraif, ketika dia mau meninggal dia panggil sahabt-sahabtnya untuk membacakan surat Yasin dihadapannya dan setelah dia meninggal.
Apa yang disampaikan Imam Abu Daud bisa jadi adalah apa yang diajarkan oleh gurunya Imam Ahmad.
Bahkan disunahkan membacakan ayat-ayat al-Qur’an kepada mayit, dan jika sampai khatam al-Qur’an maka akan lebih baik.
Selain itu Imam Nawawi dalam kitab Majmu’-nya menerangkan bahwa tidak hanya tahlil dan doa, tetapi juga disunahkan bagi orang yang ziarah kubur untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an lalu setelahnya diiringi berdoa untuk mayit.***

Belum ada Komentar untuk "Yasinan Bid’ah Yang Dianggap Sunah, Begini Komentar Dr. Arrazy Hasyim, M.Fils."
Posting Komentar