Awalan

Gus Baha: Tak Mungkin Seorang Mukmin Berkata Anakku Sudah Aku Cukupi


 Dalam satu kesempatan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha menyampaikan sebuah tausiyah.

Dalam tausiahnya Gus Baha menyampaikan pesan bahwa Allah yang mencukupi semua kebutuhan manusia.

Gus Baha menceritakan, bahwa ia masih ingat zaman ayahnya masih hidup, kalau ngirim uang untuknya.

"Ini Ha, saya beri uang’ pokoknya buat jajan, tidak cukup ya sudah, yang tidak cukup itu uangku, kalau rahmatnya Allah tetap cukup," ujar Gus Baha seperti dilihat mantrasukabumi.com dari video yang diunggah di kanal YouTube SabdaUlamaNU, pada Kamis 14 Oktober 2021.

Kata-kata ayahnya itu masih terngiang dan diingat terus oleh Gus Baha.

"Misalnya kamu punya anak, kamu biayai di pondok atau kuliah. Kalau orang mukmin tidak mungkin bilang redaksi ‘anakku sudah aku cukupi," ujar ayahnya pada Gus Baha.

"Terkadang kamu kirim 1 juta langsug habis, sekarang kalau habis dua hari, kan ada 28 hari yang tidak pakai uang kamu, mana mungkin bahasa kamu cukupi itu benar, makanya jadi orang jangan sombong," jelas Ayahnya.

"Dunia ini sudah amburadul, tidak usah begitu, pokoknya sekarang itu kita berprasangka kita itu dhoif, ngaji ya seperti ni seperti saya, ngaji selesai sudah," ucapnya.

"Tak usah mengurusi ‘ngaji baik semua, sholeh semua, daripada kecewa, pokoknya mau ngaji sudah bagus’," tambahnya.

"Setelah itu amburadul ya biar sana, sesuai habitatnya, sudah nanti taubat lagi, nangis lagi, amburadul lagi, nangis lagi, amburadul lagi, namanya manusia, biarin saja yang penting kita suda punya niat taubat," ungkapnya.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (23 (

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS Al-A’raf, 23).

"Ngaku dzolim, saya itu dzolim tuhan, jadi jangan mengaku tidak dzolim malah sombong," ujarnya.

"Karena nanti yang disiksa cuman orang munafik, munafikot dan musrikina wal musrikat," tuturnya.

"Artiya orang yang menyia-nyiakan semau amanat, tapi Allah memberikan taubat kepada orang-orang mukmin," ungkapnya.

"Orang mukmin punya salah, tetap diampuni, bagaimanapun ada jujurnya," pungkasnya.***

Belum ada Komentar untuk "Gus Baha: Tak Mungkin Seorang Mukmin Berkata Anakku Sudah Aku Cukupi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel