Kisah Hijrah Mantan Anak Punk Penuh Tato di Sekujur Tubuh. Kelak Ingin Jadi Pendakwah!
Beberapa waktu lalu, pemuda bernama Ahmad Nur Kusuma Yuda hangat menjadi perbincangan publik. Ia adalah mantan anak punk yang kini memilih hijrah kembali ke jalan agama.
Hidayah tidak memandang waktu, sebab Tuhan bisa memberikannya kapan saja kepada orang yang memang berhak menerimanya.
Pun hidayah juga tidak pernah memandang status, pendidikan, harta, dan lain sebagainya.
Namun apabila hidayah telah datang, maka jagalah ia dengan sangat baik supaya nikmat hidayah tidak hilang begitu saja.
Hal inilah yang dialami seorang mantan anak punk bernama Yuda, pemuda yang dulu menghabiskan waktunya di jalanan bersama teman-teman satu komunitasnya.
Sampai akhirnya pemuda yang tubuhnya dipenuhi tato itu berhenti dari kehidupan jalanan dan memilih untuk hijrah mendalami ilmu agama.
Pernah melalui masa yang begitu kelam, bagaimana kisah seorang Yuda mendapatkan hidayah? Simak kisahnya, yuk!
Pernah Kabur dari Pondok Pesantren
Yuda, pemuda yang baru berusia 21 tahun ini, dulunya pernah mengenyam pendidikan TK dan SD di pondok pesantren di Klaten.
Setelah tamat SD, ia harus pindah ke sebuah pondok pesantren yang ada di Salatiga.
Namun sayang, di sana ia merasa tidak betah dan memilih untuk kabur.
Sang ayah pun sempat membawa Yuda kembali ke pondok pesantren tersebut, tapi ia tidak sanggup untuk mondok dan kembali pulang ke rumah.
Selang beberapa hari tinggal di rumah, ia memutuskan untuk kabur dan hidup di jalanan sebagai anak punk.
Masa Lalu yang Kelam dan Tubuh Penuh Tato
Selama di hidup di jalanan, Yuda menghabiskan waktu bersama komunitas anak punk.
Ia sudah tamat merasakan gelapnya kehidupan jalanan, mulai dari minuman keras, perkelahian, hingga ada temannya yang meninggal karena dimutilasi.
Sejak umur 12 tahun, Yuda sudah mulai menato tubuhnya, mulai dari wajah hingga sekujur tubuhnya.
Di lengannya terdapat tato Bunda Maria, di punggung tangannya ada wajah setan, sedangkan di punggungnya terdapat tato Dajjal.
Menurut pengakuannya, tato-tato tersebut adalah kenang-kenangan dari temannya saat pergi ke luar kota.
Mulai Bertaubat dan Mendalami Ilmu Agama
Menjelang awal bulan Ramadan tahun 2020, Yuda mulai merenungkan kehidupannya yang terasa begitu-begitu saja.
Ia merasa bahwa kehidupannya sebagai anak punk terasa sia-sia, tak ada gunanya sama sekali.
Akhirnya ia bertekad untuk mengubah masa depannya menjadi lebih baik lagi.
Setelah itu ia memutuskan untuk tinggal di Semarang, berdekatan dengan keluarga dan ayahnya.
Meski memutuskan hijrah, ia juga mengaku tidak ingin menghapus tato yang ada di tubuhnya.
Kerap Dipandang Sebelah Mata
Yuda mengaku bahwa perjalanan hijrahnya tidaklah mudah dan penuh dengan rintangan, apalagi saat ia mulai datang ke masjid.
Orang-orang kerap memandangnya tak biasa karena tubuhnya yang penuh tato, tapi ia tetap memperkuat niatnya untuk berhijrah.
Saat ini, Yuda menjadi pengurus masjid di Masjid Jami Al-Istiqomah di Jalan Kusuma Wardani, Pleburan.
Ia kembali memperdalam ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an.
Berita-Cita Menjadi Pendakwah
Yuda diberi nama Sa’ad Al-Maliki, salah satu sahabat nabi yang tidak terkenal di dunia tapi terkenal di surga.
Di jalannya yang baru ini, ia memiliki niat mulia untuk menjadi seorang pendakwah.
Sejauh ini, Yuda menceritakan bahwa sudah mengajak empat orang temannya yang dulu sama-sama hidup di jalanan untuk kembali ke jalan Allah Swt.
***
Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!
Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Hijrah Mantan Anak Punk Penuh Tato di Sekujur Tubuh. Kelak Ingin Jadi Pendakwah!"
Posting Komentar