Awalan

Gus Baha: Jangan Membenci Wali, Kelihatannya Tidak Bisa Berpikir Tapi Dekat dengan Allah


Cendekiawan Muslim KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab disapa Gus Baha mengingatkan kepada umat Islam untuk tidak membenci wali. Sebab kelihatannya wali tidak bisa berpikir, tetapi dia dekat dengan Allah SWT.

"Kamu serius memikirkan ekonomi, lebih bahagia mana dengan hidupku? lebih bahagiaku. Karena saya tidak perlu mikir. Caranya bahagia pun saya tidak tahu," ujar Gus Baha dalam video yang diunggah dari YouTube Santri Gayeng, Jumat (4/2/2022).

Gus Baha lalu menjelaskan bahwa suatu hari pernah ditanya oleh pakar metodologi sosiologi.

"Gus, teori apa, anda kok bisa mengumpulkan orang banyak untuk ngaji?,"

"Saya tidak pernah memikirkan itu. Kamu yang ahli sosiologi kan bisa mikir, cara berpidato menarik, metodologi menarik. Tapi dia mengumpulkan sepuluh orang saja tidak bisa," kata Gus Baha.

"Jadi memang syaratnya wali itu tidak bisa mikir. Artinya sel-sel otaknya dibuat berbeda. Begitu juga dengan reaksi tubuhnya berbeda," imbuh Gus Baha.

Oleh karena itu, kata Gus Baha, Nabi itu disebut Ummiy yang memiliki arti keibu-ibuan. Bukan karena bodoh. Karena saking dekatnya dengan Allah.

Lalu, kata Gus Baha, sahabat tahu saat Nabi salat dua rakaat, angin langsung bereaksi. Semua alam juga bereaksi.

"Ini kekasih Allah dalam kegundahan karena butuh bantuan. Nabi yang gaduh, Nabi yang galau itu angin semuanya merespon," ucap Gus Baha.

Sehingga, Gus Baha menyebut, cara berpikir Nabi dengan sahabat itu berbeda. Begitu juga cara berpikir wali dengan yang bukan wali tentu berbeda.

Gus Baha kemudian mengatakan bahwa Abdul Khamid Khan, seorang ulama besar dari India yang mempunyai kitab karangan ilmu tauhid. Dia pernah berkata: Kecerdasan manusia akan tertutupi oleh adat istiadat yang dia lihat terus menerus.

"Sehingga misalnya orang bilang kalau ayam dari telur itu mungkin. Karena selalu ayam itu lahirnya dari telur. Dan manusia mempercayai itu," tutur Gus Baha.

Akan tetapi, kata Gus Baha, percayanya manusia tersebut, apakah manusia bisa membuatnya atau percaya karena sering melihat?.

"Tapi dari segi bahwa dia tidak bisa bikin itu, artinya mustahil atau tidak bagi otak dia? Mustahil. Karena dia sendiri tidak bisa bikin," ungkap Gus Baha. 

Dengan demikian, kata Gus Baha, berbeda dengan cara berpikir Nabi. Mau sering ada telur mengeluarkan ayam atau ayam dari telur, dan terus dibolak-balik pertanyaan tersebut, tetap bilang: ini terjadi atas kehendak Allah SWT.

"Makanya kata Imam Syafi'i, setaip ulama itu wali, tapi wali belum tentu ulama," tandas Gus Baha. []


Belum ada Komentar untuk "Gus Baha: Jangan Membenci Wali, Kelihatannya Tidak Bisa Berpikir Tapi Dekat dengan Allah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel