Gus Baha Jelaskan Terkait Pendapat Manusia Bisa Ubah Keadaan, Kisahkan Orang Terakhir Masuk Surga
- Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim terkait pendapat bahwa manusia dapat mengubah keadaan.
Gus Baha mengatakan segala sesuatu yang terjadi di dunia sudah menjadi kehendak Allah SWT.
Gus Baha dalam menjelaskan pendapat manusia dapat mengubah keadaan juga mengutip kalimat Imam Al- Ghazali.
Seperti apa pendapat Gus Baha mengenai pendapat manusia bisa mengubah keadaan? Simak ulasannya.
Dilansir PortalMagetan.com dari Portal Jember pada artikel berjudul ‘’ Benarkah Manusia Bisa Mengubah Keadaan? Gus Baha Menjelaskan Begini,’’ simak ulasannya
Gus Baha menjelaskan bahwa Imam Ghazali pernah mengatakan sesuatu yang akhirnya menjadi fitnah.
Yang dikatakannya adalah alam dunia saat ini adalah yang terbaik. Hal ini menimbulkan kontroversi dari para ulama dan banyak yang menentangnya.
Bagaimana dunia dikatakan yang terbaik saat banyak maksiat terjadi? Bahkan nabi dan rasul sudah tidak ada lagi?
Imam Ghazali mengatakan alasannya karena yang terjadi di dunia saat ini sudah sesuai dengan yang tercatat di lauful mahfudz.
Para ulama pun membantah pendapatnya dan mengatakan seharusnya pendapat itu tidak perlu diucapkan, karena penyataan itu membuat orang berpikir seolah tidak perlu merubah dan memperbaiki keadaan.
"Tapi Imam Ghazali cuma mengingatkan, meski kamu ingin merubah keadaan, namun harus sadar sebesar apapun ingin merubah tetap kalah dengan catatan di Lauhful Mahfudz," kata ulama muda asal Rembang ini
Gus Baha menjelaskan segala sesuatu baik itu keburukan, kemaksiatan, dan segalanya yang terjadi hari ini adalah yang terbaik karena dengan begitu sesuai dengan catatan di lauful mahfudz dan kemudian menjadi sebab atas kejadian yang akan terjadi di masa mendatang.
Sebesar apapun usaha manusia menjaga agama Allah, maka kemaksiatan akan tetap terjadi karena sudah menjadi rencana Allah.
Maka cukup dengan melakukan tugas sebagaimana porsinya dan selebihnya menyerahkan pada Allah.
"Kamu harus sadar kamu itu siapa," kata Gus Baha.
Sebelumnya ia memberikan contoh kisah yang ada dalam hadist. Ada orang yang masuk surga paling terakhir. Ia akhirnya diridhoi Allah masuk surga di antaranya sebab berkata sebagai berikut:
Saat Allah memerintahnya masuk surga, ia mengatakan malu, namun Allah tetap menyuruhnya masuk.
Ia pun bertanya apakah Allah sedang mencandai atau menggodanya, namun Allah menunjukkan keseriusan maka setelah mendapat surga yang mewah akhirnya dia pun menerima.
Allah kemudian menambahkan nikmat padanya, "Kamu kuberi ini dan dobelnya ini,"
Dia masih tidak yakin dan mengira Allah menghinanya karena begitu herannya, Allah pun menambahnya lagi dan lagi, setelah banyak Allah berkata, "Aku tidak mengejekmu, hanya saja Aku Maha Kuasa mewujudkan segala sesuatu yang aku kehendaki padamu. Terimalah saja,"
Begitu sudah menerima, maka hamba itu berkata, "Engkau memberi nikmat kepada-Ku, (yang) tidak ada orang mendapat nikmat seperti saya. Engkau memberikan nikmat pada saya (yang) tidak pernah kau berikan pada orang lain sedunia."
Meskipun ia masuk surga terakhir ia merasa paling mulia dan ini membuat Allah SWT senang.
"Itu orang benar, maka kondisi seperti ini hakikatnya adalah yang terbaik karena sesuai dengan skenario di lauful mahfudz, ya memang bagusnya seperti ini," kata Gus Baha.***
Belum ada Komentar untuk "Gus Baha Jelaskan Terkait Pendapat Manusia Bisa Ubah Keadaan, Kisahkan Orang Terakhir Masuk Surga"
Posting Komentar