Ramai Ritual Berujung Maut di Pantai Jember, Termasuk Syirik? Ini Logika dari Gus Baha: Seperti Beli Budak
- Belakangan ini, sedang ramai diperbincangkan ritual berujung maut di Pantai Payangan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember.
Diketahui, aktivitas ritual ini dilakukan para warga sekitar dengan alasan mencari ketenangan dalam hidup.
Naas, bukan malah ketenangan namun mendatangkan petaka dengan adanya laporan terkini 10 orang meninggal dan 1 belum ditemukan.
Menyoroti hal tersebut, bagaimana pandangan Islam terhadap ritual semacam ini?
Apakah benar kegiatan ritual mencari ketenangan diri ini termasuk perbuatan syirik?
Untuk mendalaminya, simak penjelasan Gus Baha berikut tentang logika syirik, dilansir PortalJember.com dari unggahan kanal Youtube Santri Muda Gus Baha yang tayang 4 November 2021.
"Orang yang melakukan syirik itu (ibaratnya) seperti kamu beli budak," ungkap Gus Baha.
Sebagaimana diketahui, orang yang membeli budak atau pekerja itu menggunakan uangnya sendiri.
"Kemudian budak yang kamu beli itu kerja untuk orang lain, dan hasilnya pun dikasihkan orang lain,
Apa ada di antara kalian suka dengan budak yang seperti itu?" papar Gus Baha memberi analogi.
Seperti itulah perumpamaan orang yang berbuat syirik. Manusia ini diciptakan serta diberi rezeki oleh Allah.
Manusia diutus hidup di bumi adalah untuk beribadah kepada Allah, meminta sesuatu pun kepada Tuhan semesta alam.
"Kemudian kamu sujud kepada selain Allah, itu aneh gak?" tambahnya lagi.
Oleh karenanya, manusia yang tidak yakin dengan kekuasaan Allah, sehingga berani mempercayai bahwa selain Allah bisa mengabulkan hajat. Maka hal tersebut sudah dikatakan syirik.
Itulah penjelasan Gus Baha tentang logika perbuatan syirik. Semoga bermanfaat. ***
Belum ada Komentar untuk "Ramai Ritual Berujung Maut di Pantai Jember, Termasuk Syirik? Ini Logika dari Gus Baha: Seperti Beli Budak"
Posting Komentar