Sering Bercanda Saat Ngajar Ngaji, Gus Baha Ungkap Alasan Tak Terduga Dibaliknya
- Gus Baha merupakan salah satu ulama yang memiliki gaya ceramah yang cukup unik yakni sering diselingi dengan guyonan atau candaan.
Gus Baha juga sering menggunakan bahasa Jawa dalam menyampaikan ceramahnya.
Namun siapa sangka, ternyata ada maksud tersendiri dibalik gaya ceramah dengan candaan seperti yang diterapkan Gus Baha.
Dikutip PortalJember.com dari video yang diunggah pada 22 November 2021 di channel YouTube SANTRI OFFICIAL, Gus Baha terlebih dahulu menjelaskan pendapat Mbah Moen terkait mengaji sambil guyon.
"Mbah Moen kalay ngaji guyon. Menurut Mbah Moen begini, 'kamu tahu alasannya kyai-kyai alim kalau mengajar bisa guyon?'" kata Gus Baha.
"Sebab orang alim itu bisa membaca kitab dengan lancar, makanya bisa dengan guyon. Kalau orang yang tidak terlalu alim, melihat kitab saja sudah gemetar. Wajahnya itu sudah terlihat gerogi," imbuhnya.
Gus Baha menambahkan bahwa kyai yang mampu bercanda saat mengaji merupakan orang alim yang mampu mengendalikan suasana sehingga lebih rileks.
"Kalau orang-orang alim kan bisa mengendalikan suasana, makanya rileks. Seperti kyai yang biasa pidato, pasti bisa guyon," jelas Gus Baha.
Gus Baha menjelaskan bahwa saat kyai mengaji sambil bercanda bukan berarti angkuh melainkan puas dengan pemberian Allah.
"Tapi sebetulnya kita ngaji dengan guyon itu bukan karena angkuh, tapi buat pengingat, bahwa kita di dunia sudah merasa puas," ungkap Gus Baha.
"Pemberian Allah yang sudah kita lakukan itu, rasanya sudah sangat puas sekali. Sudah ditakdir sujud, sholat, dan membaca Al Quran, maka kita sudah merasa puas sekali," ujarnya.
Gus Baha menyebutkan bahwa dengan bercanda maka bisa menjadi dekat dengan Allah SWT.
"Makanya bercandanya orang yang dekat dengan-Nya itu malah menjadi dekat dengan Allah SWT," pungkasnya.
***
Belum ada Komentar untuk "Sering Bercanda Saat Ngajar Ngaji, Gus Baha Ungkap Alasan Tak Terduga Dibaliknya"
Posting Komentar