Awalan

Istimewanya Meninggal Hari Selasa dan Jumat Tutur Mbah Moen Kepada Gus Baha, Sama-sama Untung Gede

 


Gus Baha adalah salah satu murid Mbah Moen yang paling dikenal.

Gus Baha juga mendampingi saat-saat terakhir sebelum Mbah Moen wafat.

Dikatakan, kalau Mbah Moen pernah berkelakar soal meninggal hari Selasa dan hari Jumat.

Lantas apakah keistimewaan hari Jumat dan hari Selasa? Yuk simak artikel ini sampai selesai agar dapat jawaban lengkap.

Pernah Mbah Moen berkata kepada muridnya kalau ia mau wafat pada hari Selasa.

“Jika aku wafat hari Selasa, berarti aku ulama. Karena ulama itu wafatnya hari Selasa,” ujar KH Maimoen Zubair yang sering disapa Mbah Moen kepada Gus Baha.

Kata Mbah Moen sekiranya ia wafat pada hari Selasa, artinya Allah menilainya sebagai orang alim.

“Jika aku mati hari Selasa, maka Allah memakai ukuran alim. Maksudnya, memakai status kealiman beliau. Tidak beliau ucapkan, tapi yang kita tangkap begitu,” tutur Gus Baha, mengenang sang guru.

Tapi andaipun Mbah Moen tidak wafat hariSelasa, beliau berharap bisa wafat pada hariJumat.

“Jika wafat hari Jumat, berarti aku ini wali. ‘Kok, enak semua, Mbah?’ jawab saya.mbah moen pun tertawa."tutur gus baha

Tapi ini sebenarnya adalah bentuk prasangka baik Mbah Moen kepada Allah swt.

“Artinya begini, betapa husnuzan Mbah Moenkepada Tuhan. Jika wafat Selasa maka ulama. Jika wafat Jumat, maka wali.”

Kalau kalian, mati Selasa ya mati. Mati hariJumat pun orang lain menganggapnya cuma mati,” guyon Gus Baha yang disambut renyah tawa jamaah

Malah kalau jam matimu nanggung, tetangga ngomong: ‘ini mau Jumatan, kok, pakai mati segala?’,” tanda Gus Baha.

Demikianlah penjelasan tentang betapa istimewanya wafat pada hari Selasa dan hariJumat yang disampaikan Mbah Moen kepada Gus Baha.

Wallahualam.***


Belum ada Komentar untuk "Istimewanya Meninggal Hari Selasa dan Jumat Tutur Mbah Moen Kepada Gus Baha, Sama-sama Untung Gede"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel