Jangan Suka Bernazar Seperti Ini Jika Terpaksa, Syekh Ali Jaber Ingatkan Jangan Main-main Sama Allah
Perkataan seperti apakah yang tidak diperbolehkan saat bernazar? Berikut ini penjelasan Syekh Ali Jaber rahimahullah.
Ketika sedang menginginkan sesuatu, terkadang orang bernazar dalam mendapatkannya.
Nazar merupakan janji untuk melakukan sesuatu jika keinginannya tercapai.
Tak sedikit orang yang bernazar dengan cara berpuasa selama 3 hari.
Bahkan ada pula yang bernazar membagikan makanan terhadap orang yang tidak mampu seperti sedekah.
Dan nazar-nazar lainnya yang harus dilakukan sebagai janji ketika keinginannya telah dikabulkan Allah.
Namun, ternyata kita dianjurkan untuk tidak sembarangan dalam bernazar.
Hal ini sebagaimana yang diutarakan Syekh Ali Jaber melalui kanal YouTube Syekh Ali Jaber.
Dalam ceramahnya, Syekh Ali Jaber rahimahullah menyarankan untuk tidak mempermainkan nazar.
Sebelumnya Syekh Ali Jaber menjelaskan, semua orang bisa bersedekah.
Jangan diartikan sedekah hanya bisa dilakukan dengan uang.
Nabi SAW bersabda: "Menggeserkan sesuatu yang mengganggu orang berjalan itu sedekah."
Syekh Ali Jaber menjelaskan, orang yang menyingkirkan potongan kayu, bekas kaca, kotoran atau sampah dari jalan, supaya orang lewat dengan aman dan nyaman, itu sudah sedekah.
Menurut Syekh Ali Jaber tidak ada orang yang tidak mampu bersedekah.
Mengucap "Alhamdulillah", "Allahu Akbar", "Laa ilaha illallah" itu juga sedekah.
Dengan memiliki keinginan tulus untuk bersedekah meskipun tidak memiliki apa-apa, niatnya sudah tertulis sebagai bersedekah.
Tidak ada yang tidak bisa bersedekah, semuanya bisa walaupun hanya dengan niat.
Misalkan, melihat saudara yang ada di Suriah, tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubah hidup mereka. Tapi kita ada perasaan sedih, menyesal, dan menangis.
Itu sudah terhitung sebagai sedekah. Dan terhitung sebagai rasa kepedulian kita terhadap umat Nabi Muhammad SAW.
"Semuanya bisa bersedekah. Asal jangan suka bernazar. Banyak orang suka bernazar," ucap Syekh Ali Jaber.
Banyak orang yang berkata 'Kalau saya lulus, Insyaallah saya akan potong kambing.'
'Kalau saya begini, Insyaallah saya akan sedekah sekian'.
"Itu tidak boleh, Islam tidak membolehkan kita bernazar. Kalau terpaksa nadzar, wajib dibayar. Ini bebannya," tegas Syekh Ali Jaber.
Bahkan Rasulullah SAW melarang, bahkan sebagian ulama berkata bahwa nadzar itu makruh.
Bahkan ada juga yang mengatakan haram.
"Jangan memaksa kita untuk melaksanakan suatu ibadah," kata Syekh Ali Jaber.
"Yang mau bersedekah ya bersedekah, nggak usah pakai nazar. Ndak usah pakai main-main sama Allah," tambahnya.
Orang yang bernazar seolah-olah mau memaksa 'Ya Allah kalau diterima lamaran saya, saya mau sedekah'.
"Berarti kalau tidak diterima, tidak mau bersedekah," tegas Syekh Ali Jaber.
"Ndak boleh membahasakan seperti itu kepada Allah SWT. Jadi jangan main nazar sama Allah SWT," lanjutnya.
Jika ada niat baik, lakukan saja. InsyaAllah diberikan kemudahan oleh Allah SWT tanpa harus bernazar.
Itulah pembahasan mengenai nazar yang diterangkan oleh Syekh Ali Jaber

Belum ada Komentar untuk "Jangan Suka Bernazar Seperti Ini Jika Terpaksa, Syekh Ali Jaber Ingatkan Jangan Main-main Sama Allah"
Posting Komentar