Gus Baha Jelaskan Status Waria atau Transgender Menurut Islam, Simak Penjelasannya
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan status waria atau transgender menurut Al-Quran.
Menurut Gus Baha, dalam salah satu ayat Al-Quran yang terdapat dalam Surat Al-Lail, Allah SWT hanya menciptakan dua jenis kelamin.
Gus Baha mengatakan dalam Surat Al-Lail ayat 3, Allah mengatakan menciptakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan dan tidak menyebut waria atau transgender.
وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ
Arab-latin: wal-laili iżā yagsyā
Artinya: "Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),"
وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ
Arab-latin: wan-nahāri iżā tajallā
Artinya: "dan siang apabila terang benderang,"
وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ
Arab-latin: wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā
Artinya: "dan penciptaan laki-laki dan perempuan,"
"Demi Dzat yang menciptakan laki-laki dan perempuan, berarti manusia itu kalau tidak laki-laki ya perempuan," ujar Gus Baha.
Kemudian ada fakta dimana manusia itu mengistilahkan kelompok ketiga disebut khuntsa, transgender, itu menurut Allah kalau tidak laki-laki ya perempuan," sambung Gus Baha.
Gus Baha mengatakan agar setiap menjadi alim salah satunya adalah dengan mengimani jika Allah membuat kategori.
"Sebab kategori ketiga atau yang diluar disampaikan Allah itu buatan manusia, misalnya Allah berfirman Demi Dzat yang menciptakan laki-laki dan perempuan, ya sudah manusia itu kalau tidak laki-laki pasti perempuan," pesan Gus Baha.
Karena itu, meskipun kita sering menyebut ada kelompok ketiga yang disebut dengan khuntsa atau waria, hal itu hanya sebatas ucapan kita, namun pada hakikatnya tetap saja hanya ada laki-laki dan perempuan.
"Coba misalnya ada seorang lelaki, kemudian bergaya perempuan, Allah tahu betul kalau orang ini tidak bisa hamil. Andaikan dia menyetubuhi perempuan, mungkin akan jadi anak, karena hakikatnya dia adalah laki-laki," terang Gus Baha.
Namun lanjut Gus Baha, karena keterbatasan kita lah yang melihat dia bergaya perempuan hingga kita sebut dia waria atau transgender.
"Tapi secara hakikat, dia itu tahu kalau tidak laki-laki ya perempuan. Itu satu, itu yang hakikat," jelas Gus Baha.
Menurut Gus Baha, ketika hal itu terjadi maka dibutuhkan hukum Allah atau hukum secara fiqih.
"Kalau ada seorang waria atau transgender atau khubtsa itu sholatnya bagaimana? Menikahnya bagaimana? Kita putuskan lelaki atau perempuan?
Kalau kita putuskan perempuan sholatnya pakai mukena, kalau kita putuskan lelaki, auratnya antara pusar sampai lutut," kata Gus Baha.
Salah satu murid kesayangan Mbah Moen itu menjelaskan hal tersebut pernah menjadi pertanyaan Muawiyah yang dulu menjadi musuh Sayyidina Ali.
"Ketika ditanya bagaimana sholatnya khuntsa? Akhirnya mendatangi Sayyidina Ali padahal sedang bermusuhan,
Sayyidina Ali lanjut Gus Baha mendapat pertanyaan itu kemudian berpidato dengab mengatakan jika Muawiyah itu musuhnya, namun persoalan ilmu dia bertanya padanya.
Menurut Sayyidina Ali, pertanyaan tersebut merupakan ilmu yang harus diakses oleh semua orang dan tidak boleh disembunyikan.
"Jawaban menurut Sayydina Ali adalah dihukumi darimana keluarnya kencing. Jika dia kencing dari penisnya, maka dia laki-laki," terang Gus Baha.
"Namun jika dia kencing dari vagina, maka dia berarti perempuan. Karena ini butuh fiqhnya sehingga harus segera diputuskan," tambahnya.
Makanya tegas Gus Baha jika ada orang yang berpikiran pembagian dalam Al-Quran tidam lengkap karena ada kelompok lain, hal itu keliru.
Jadi sesuatu itu ada karena kita katakan. Hakikatnya di dunia kalau tidak laki-laki ya perempuan, lalu ada faktanya yang kita katakan khuntsa," tegas Gus Baha.
Karena itulah kata Gus Baha, dalam tafsir Jalalain ketika menafsirkan ayat tersebut mengatakan khuntsa itu hakikatnya jika bukan laki-laki pasti perempuan.
"Karena Allah tidak mengakui adanya kategori ketiga. Makanya sifatnya tadi kita memberi hukum,"
"Jadi ada tidak hukum khuntsa? Tidak ada. Tapi secara fakta orang seperti ini kita sebut khuntsa, paham ya?," pungkas Gus Baha.***
Belum ada Komentar untuk "Gus Baha Jelaskan Status Waria atau Transgender Menurut Islam, Simak Penjelasannya"
Posting Komentar