Gus Baha Ungkap Cerita Sebelum Mbah Moen Wafat: Uang Dititipkan Pada Gus Ubab Hingga Jemput Dirinya
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkap cerita sebelum Mbah Moen wafat.
Gus Baha menceritakan Mbah Moen sempat menitipkan uang kepada putra sulungnya yakni Gus Ubab.
Salah satu murid kesayangan Mbah Moen itu juga mengatakan jika dirinya sering diminta dijemput dari Yogyakarta untuk ke Sarang Rembang.
Hal itu disampaikan Gus Baha dalam sebuah ceramah yang diunggah kanal YouTube NgajiKu berjudul "Sebelum Mbah Moen Pergi (yang Tidak Diketahui Publik).
"Mbah Moen sebelum wafat terlihat bahagia sekali di Sarang Rembang ketika akan pergi haji," ujar Gus Baha.
Bahkan menurut Gus Baha ada santri yang diminta Mbah Moen mendoakan gurunya itu sebelum berangkat agar wafat di Makkah.
"Doakan aku wafat di Makkah ya Cung," kata Gus Baha menirukan ucapan Mbah Moen kepada santrinya tersebut.
Gus Baha menceritakan jika wafatnya Mbah Moen di Makkah itu seperti sudah terencana. Hal itu lanjut Gus Baha karena dirinya bolak balik Sarang sebelum Mbah Moen berangkat haji.
Termasuk saat Mbah Moen menitipkan sejumlah uang kepada Gus Ubab yang merupakan putra sulung Mbah Moen.
"Beberapa uang itu dititipkan kepada Gus Ubab putra pertama beliau sambil mengatakan: Bab, jika aku pulang kembalikan ini uang, jika tidak bagikan kepada anak-anak," kisah Gus Baha.
Tak hanya itu, Gus Baha juga membeberkan beberapa hal terkait keluarga Mbah Moen yang semuanya seolah terencana.
"Beliau sering cerita jika mbah-mbah beliau wafat pada hari Selasa. Jika aku meninggal hari Selasa berarti aku ulama, karena ulama itu wafatnya hari Selasa," kenang Gus Baha.
Jika aku meninggal hari Jumat berarti aku wali. Kok enak semua Mbah? Mbah Moen pun tertawa," sambung Gus Baha.
Hal itu lanjut Gus Baha menunjukkan betapa husnudzannya Mbah Moen terhadap ketetapan Allah.
Gus Baha mengaku dirinya sering teringat Mbah Moen saat membaca atau menceritakan kisah Sayyid Abdullah Alhaddad.
"Sayyid Abdullah Alhaddad wafat pada hari Selasa, seorang wali qutub yang terkenal itu. Karena Allah menciptakan gunung itu pada hari selasa, dan beberapa ulama wafat juga pada hari selasa," kata Gus Baha.
Karena ulama itu sudah ibarat gunung. Itu mbah-mbahnya Mbah Moen termasuk Mbah Lik Lukman juga banyak yang wafat pada hari Selasa," tambah Gus Baha.
Baca Juga: Tata Cara Mandi Junub Menurut Gus Baha: Tidak Boleh Ada Sabun atau Sampo, Bisa Jadi Tidak Sah
Namun lanjut Gus Baha, beberapa orang dari keluarga Mbah Moen juga ada yang meninggal pada hari Jumat.
"Jadi keluarga besar Mbah Moen itu wafat pada Jumat atau Selasa. Kalau saya sudah tidak milih hari lah, seperti kalian saja," beber Gus Baha.
Gus Baha juga menceritakan beberapa hal lain sebelum ayahnya yakni Kyai Nursalim wafat yang terlihat segalanya sangat tertib.
"Membeli beras yang banyak, menjemput saya di Jogja untuk pulang, dan sebulan sebelum wafat beliau datang mengajak saya pulang," ucap Gus Baha.
Kyau Nursalim datang ke Kyai Zaini Dahlan untuk berpamitan agar dirinya pulang terlebih dahulu.
"Saya dibelikan tanah. Rumah yang saya tempati itu tanahnya dibelikan bapak. Masih sempat membeli batu untuk bangunan, saat ditanya tetangga, bapam menjawab bikinkan rumah untuk Baha," kenang Gus Baha.
"Rumah yang saya tempati itu pondasinya dari bapak termasuk beberapa pintu. Seperti pamit, tapi rileks tidak pernah bahas kematian," pungkas Gus Baha.***
Belum ada Komentar untuk "Gus Baha Ungkap Cerita Sebelum Mbah Moen Wafat: Uang Dititipkan Pada Gus Ubab Hingga Jemput Dirinya"
Posting Komentar