Awalan

Benarkah Manusia Bisa Mengubah Keadaan? Gus Baha Menjelaskan Begini

 


Gus Baha menjelaskan kebenaran tentang pendapat bahwa manusia bisa mengubah keadaan.

Dunia saat ini sudah dipenuhi dengan kemaksiatan, banyak orang islam yang tidak benar-benar memahami agama islam, melakukan banyak pelanggaran agama, dll.

Namun, ada sebagian orang yang meyakini bahwa hal ini perlu diluruskan dan dapat kembali diluruskan sebagaimana islam tegak pada saat masih ada rasulullah, membuat dunia yang lebih baik.

Untuk mencapai semua itu maka diperlukan usaha untuk mengubah keadaan, seperti melakukan dakwah dan lain-lain.

Namun benarkan itu mampu mengubah keadaan saat ini atau sebenarnya semua fitnah dunia itu sudah menjadi kehendak Allah SWT?

Dikutip PortalJember.com dari YouTube Santri Official Gus Baha menjelaskan bahwa Imam Ghazali pernah mengatakan sesuatu yang akhirnya menjadi fitnah.

Yang dikatakannya adalah alam dunia saat ini adalah yang terbaik. Hal ini menimbulkan kontroversi dari para ulama dan banyak yang menentangnya.

Bagaimana dunia dikatakan yang terbaik saat banyak maksiat terjadi? Bahkan nabi dan rasul sudah tidak ada lagi?

Imam Ghazali mengatakan alasannya karena yang terjadi di dunia saat ini sudah sesuai dengan yang tercatat di lauful mahfudz.

Para ulama pun membantah pendapatnya dan mengatakan seharusnya pendapat itu tidak perlu diucapkan, karena penyataan itu membuat orang berpikir seolah tidak perlu merubah dan memperbaiki keadaan.

"Tapi Imam Ghazali cuma mengingatkan, meski kamu ingin merubah keadaan, namun harus sadar sebesar apapun ingin merubah tetap kalah dengan catatan di Lauhful Mahfudz," kata Gus Baha dikutip PortalJember.com dari video kanal YouTube Santri Official yang diunggah pada 21 Januari 2022.

Gus Baha menjelaskan segala sesuatu baik itu keburukan, kemaksiatan, dan segalanya yang terjadi hari ini adalah yang terbaik karena dengan begitu sesuai dengan catatan di lauful mahfudz dan kemudian menjadi sebab atas kejadian yang akan terjadi di masa mendatang.

Sebesar apapun usaha manusia menjaga agama Allah, maka kemaksiatan akan tetap terjadi karena sudah menjadi rencana Allah.

Maka cukup dengan melakukan tugas sebagaimana porsinya dan selebihnya menyerahkan pada Allah.

"Kamu harus sadar kamu itu siapa," kata Gus Baha.

Sebelumnya ia memberikan contoh kisah yang ada dalam hadist. Ada orang yang masuk surga paling terakhir. Ia akhirnya diridhoi Allah masuk surga di antaranya sebab berkata sebagai berikut:

Saat Allah memerintahnya masuk surga, ia mengatakan malu, namun Allah tetap menyuruhnya masuk.

Ia pun bertanya apakah Allah sedang mencandai atau menggodanya, namun Allah menunjukkan keseriusan maka setelah mendapat surga yang mewah akhirnya dia pun menerima.

Allah kemudian menambahkan nikmat padanya, "Kamu kuberi ini dan dobelnya ini,"

Dia masih tidak yakin dan mengira Allah menghinanya karena begitu herannya, Allah pun menambahnya lagi dan lagi, setelah banyak Allah berkata, "Aku tidak mengejekmu, hanya saja Aku Maha Kuasa mewujudkan segala sesuatu yang aku kehendaki padamu. Terimalah saja,"

Begitu sudah menerima, maka hamba itu berkata, "Engkau memberi nikmat kepada-Ku, (yang) tidak ada orang mendapat nikmat seperti saya. Engkau memberikan nikmat pada saya (yang) tidak pernah kau berikan pada orang lain sedunia."

Meskipun ia masuk surga terakhir ia merasa paling mulia dan ini membuat Allah SWT senang.

"Itu orang benar, maka kondisi seperti ini hakikatnya adalah yang terbaik karena sesuai dengan skenario di lauful mahfudz, ya memang bagusnya seperti ini," kata Gus Baha.***

Belum ada Komentar untuk "Benarkah Manusia Bisa Mengubah Keadaan? Gus Baha Menjelaskan Begini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel