Awalan

Bolehkah Sholat Dhuha Setiap Hari? Dan Adakah Kalimat yang Bisa Menghapus Dosa Zina? Ini Jawaban Gus Baha


Tidak sedikit umat Islam yang mengamalkan ibadah sholat Dhuha untuk mendapatkan kemudahan rezeki. Tetapi bolehkah sebenarnya sholat dhuha dilakukan setiap hari?

Begitu pun ketika manusia melakukan dosa besar seperti dosa zina, apakah jika bertaubat seketika itu dosanya akan langsung terhapus?

Mengenai hal-hal seperti itu, Gus Baha memiliki jawaban menarik yang bisa menambah wawasan keagamaan kita termasuk soal sholat dhuha dan dosa zina.

Menurut Gus Baha, keutamaan melaksanakan sholat Duha memang mendatangkan rezeki yang berlimpah. Maka tak jarang orang rajin menjalankan sholat dhuha bahkan hingga setiap hari.

Namun, menurut Gus Baha, sholat dhuha ini tidak perlu dilakukan setiap hari. Gus Baha mengatakan hal itu berdasarkan hasil kajiannya dalam kitab Gunyah karangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sendiri dikenal sebagai rajanya para wali. Pada kitab karangannya seperti yang disebutkan Gus Baha, ada satu riwayat yang melarang melakukan sholat dhuha setiap hari.

"Saya kira maksud Syekh Abdul Qadir bukan begitu. Saya khatamkan itu berkali-kali," kata Gus Baha.

Hal itu dikemukakan Gus Baha di kanal YouTube Islamadina Official pada video berjudul "Shalat Dhuha Tidak Boleh Setiap Hari || Gus Baha."

Gus Baha memaparkan, pada kitab karangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani itu terdapat kutipan ucapan Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas.

"Jika ada orang yang setiap hari sholat dhuha, Ibnu Abbas datang dan memarahinya," kata Gus Baha menjelaskan.

"Sholat dhuha itu seminggu sekali saja!" sambungnya.

Ibnu Abbas sendiri merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW, dan menurut Ibnu Abbas, Rosulullah pun tak melakukan sholat dhuha setiap hari.

"Aku ini sahabat Nabi, Aku tahu Nabi tidak setiap hari sholat dhuha. Kok kamu tiap hari?" demikian Gus Baha mengucapkan kutipan perkataan Ibnu abbas.

Gus Baha mengakui pada awalnya ia juga sempat bingung dengan maksud dari isi kitab Syekh Abdul Qadir Al-Jalani terkait masalah sholat Duha itu.

Namun, setelah mengkhatamkan dan mengkajinya berkali-kali, Gus Baha baru paham maksud dari larangan melakukan sholat dhuha setiap hari.

"Dulu saya pikir apa maksudnya Syekh Abdul Qadir ini?" kata Gus Baha.

"Tapi lama-lama bener juga, misalnya Rukhin sholat dhuha setiap hari, kan malah ternyata sholat dhuha tiap hari pun tetap miskin," ujarnya.

Menurut Gus Baha, larangan melakukan sholat dhuha setiap hari dalam kitab karangan Syekh Abdul Qadir Al-Jalani melalui riwayat Ibnu Abbas itu bukan terletak pada pelaksanaan sholatnya.

Namun, dikhawatirkan justru orang akan menyalahkan ibadah sholatnya karena hajatnya tak kunjung terkabulkan.

Berbeda jika sholat dhuha dilakukan tidak terlalu sering, orang akan termotivasi untuk lebih rajin lagi melaksanakan sholat dhuha ketika doanya belum diijabah.

"Tapi kalau dhuha-nya jarang-jarang kan "Mungkin dhuha-nya kurang giat," kata Gus Baha.

Pada intinya larangan sholat dhuha setiap hari ini menghindari seseorang menyalahkan ibadah akibat dari hajatnya yang tak kunjung terkabulkan.

"Pokoknya sekiranya ibadah mulai menjadi tersangka harus kamu hindari," kata Gus Baha.

Inilah kalimat penghapus dosa zina

Sementara itu mengenai dosa, menurutnya ada dua kategori yakni dosa besar dan dosa kecil.

Menurut Gus Baha, dalam kehidupan sehari-hari, dosa kecil, bisa langsung dimaafkan oleh Allah SWT dengan berbuat amalan-amalan ringan.

Sedangkan dosa besar, baru akan diampuni oleh oleh Allah SWT apabila orang yang berbuat dosa besar itu mau bertaubat.

Yang termasuk kategori dari golongan dosa besar antara lain seperti zina, mabuk, membunuh orang, dan mencuri.

Khusus soal zinaGus Baha menjelaskan pada video berjudul 'Meskipun pernah jadi pezina, masih tetap bisa masuk surga, begini penjelasanya - Gus Baha' yang diunggah kanal YouTube Santri Kalong Virtual pada Sabtu, 4 April 2020,

Mengutip dari PortalJember.com dengan judul: Melebihi Istighfar, Dosa Zina Berkali-kali akan Bersih Bila Mengucapkan Kalimat Ini, Gus Baha menyebutkan ada kalimat Allah SWT yang bila diucapkan bisa menghapus dosa zina.

Menurut Gus Bahakalimat dimaksud keutamaannya melebihi istighfar.

"Kepada yang mengucapkannya Allah akan tetap memberikan rahmat-Nya", ungkap Gus Baha.

Menurut Gus Bahakalimat dimaksud juga mampu menghapus dosa besar sekalipun, bahkan bagi orang yang telah melakukannya berkali-kal

Hal itu bisa terjadi, kata ulama asal Rembang Jawa Tengah itu, karena kalimat yang dimaksud berisi kebenaran mutlak atau absolut yang membuat dosa besar tidak berpengaruh.

"Artinya, kebenaran tersebut tidak akan berkurang derajatnya sekalipun diungkapkan oleh pezina ataupun pendosa lainnya," ujar Gus Baha.

Menurut Gus Baha, Allah akan memberikan rahmat-Nya berupa surga bagi seorang pezina yang mau mengucapkan kalimat itu.

Sebab itu, jelas Gus Baha, apabila seseorang sadar telah melakukan zina berkali-kali dan ingin kembali ke jalan-Nya jangan pernah putus asa dari rahmat Allah.

Kalimat yang dimaksud, kata Gus Baha, yakni 'Lailahaillah' yang berarti tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.

Seorang pezina sekalipun yang mengucapkannya pasti bisa masuk surga karena mengakui Allah satu-satunya Tuhan.

Namun, seorang pezina bisa saja tidak langsung masuk surga tapi ke neraka dulu untuk menyucikan dosanya.

"Soal nanti bisa masuk surga kan bisa kapan-kapan, Allah gak bilang langsung," katanya.

Tapi, jelas Gus Baha, dia tidak akan abadi di neraka karena memiliki kunci surga, yakni kalimat tauhid tersebut.

"Orang Islam itu harus senang karena kita diberi kunci surga, yaitu Lailahaillallah," ungkap Gus Baha.***

Belum ada Komentar untuk "Bolehkah Sholat Dhuha Setiap Hari? Dan Adakah Kalimat yang Bisa Menghapus Dosa Zina? Ini Jawaban Gus Baha"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel