Awalan

Gus Baha Kasihan dengan Tugas Malaikat yang Sebenarnya, Imbau agar Manusia Terbiasa Membaca Wirid


 - Dalam agama Islam, disampaikan bahwa setiap manusia akan didampingi dua malaikat pencatat amal kebaikan dan keburukan.

Malaikat pencatat amal kebaikan bernama Rakib dan malaikat pencatat amal buruk bernama Atid.

Setiap waktu, seluruh amal manusia yang baik dan buruk tak terkecuali akan dicatat oleh malaikat.

Selanjutnya, kelak pada hari akhir, amal-amal tersebut akan dipertanggungjawabkan oleh setiap individu.

Dalam salah satu ceramahnya, Gus Baha mengaku merasa kasihan dengan pekerjaan malaikat pencatat amal baik dan buruk.

Dilansir PortalJember.com dari video yang diunggah di channel YouTube SANTRI OFFICIAL pada 6 Februari 2022, Gus Baha mengungkapkan pekerjaan malaikat yang sebenarnya.

Gus Baha juga mengatakan bahwa malaikat tidak akan menyia-nyiakan tugasnya dan akan mencatat setiap perkataan manusia tanpa terkecuali.

"Setiap hamba tu pasti ada malaikat penjaganya. Kalau penjaga juga harus siap kesal karena orang-orang pada ngomong yang tidak ada gunanya," kata Gus Baha.

"Malaikat yang mencatat amalmu tidak pernah menyia-nyiakan tugasnya. Apapun yang kalian lakukan itu ditulis, tidak ada yang tertinggal satupun," imbuhnya.

Gus Baha juga menjelaskan setiap kalimat yang dilupakan manusia sekalipun maka tidak akan luput dari catatan malaikat.

"Walapun ketika melakukannya (manusia) itu sudah lupa. Jadi kalau kamu ngomong tidak jelas itu tetap harus ditulis, kasihan kan!" jelas Gus Baha.

"Sehingga omongan rintihan, kalau kalian sedang sakit dan bilang, 'waduh sakit ya Allah'. Itu malaikat juga disuruh menulis," sambungnya.

Selain itu, Gus Baha juga merasa kasihan dengan tugas malaikat lantaran harus mencatat semua perkataan manusia, termasuk yang tidak penting sekalipun.

"Bagaimana pun juga itu kalimat sehingga harus ditulis. Saya merasa kasihan dengan malaikat penjaga. Karena itu tugas, pokoknya setiap kalimat harus ditulis," tutur Gus Baha.

"Itu kalau terlalu lama, jadinya kesal malaikat itu, karena kalimat yang tidak penting," ujarnya.

Gus Baha kemudian mengimbau agar manusia senantiasa membiasakan diri membaca wirid daripada kalimat keluhan yang tidak penting.

"Mengucap subhanallah itu susahnya apa? Kok bilang 'nasib, nasib'. Kalau jutaan kalimat begitu, 'waduh, waduh, nasib, nasib'. Kalau wiridan itu bilang wiridan, 'subhanallah, astaghfirullah', kan lumayan, malaikat nulisnya senang," pungkasnya.

***

Belum ada Komentar untuk "Gus Baha Kasihan dengan Tugas Malaikat yang Sebenarnya, Imbau agar Manusia Terbiasa Membaca Wirid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel