Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Perintah Sholat 5 Waktu bagi Muslim
Perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa akan turunnya perintah kepada umat Muslim untuk melaksanakan sholat lima waktu.
Peristiwa perjalanan suci Rasulullah SAW yang terjadi pada 27 Rajab di tahun ke delapan kenabian dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di hingga naik ke Sidratul Muntaha ditempuh hanya satu malam.
Padahal, perjalanan yang dimulai dari Mekkah sampai Palestina yang biasa dilakukan oleh orang Arab memakan waktu berbulan-bulan. Tetapi bagi Nabi Muhammad SAW perjalanan tersebut dilakukan hanya pada Sidratul Muntaha kemudian kembali ke alam dunia sampai di kota mekkah Lagi, semuanya itu memakan waktu yang amat singkat.
Dilansir KabarLumajang.com dari berbagai sumber bahwasannya kisah perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW disampaikan Allah SWT melalui firmannya dalam surat Al Isra' ayat 1.
سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ
Subhaanal laziii asraa bi'abdihii lailam minal Masjidil Haraami ilal Masjidil Aqsal-lazii baaraknaa haw lahuu linuriyahuu min aayaatinaa innahuu Huwas Samii'ul-Basiir
Yang artinya: "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
Lafadz اَسرى berasal dari lafadz سۡرى yang artinya perjalanan malam.
Kalimat اَسرى itu sendiri terkandung arti masa (zaman) yang mana hal itu tidak perlu untuk disebutkannya, namun susunan kalimatnya memberi ketentuan makna malam.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Madinah Menuju Masjidil Aqsa di Yerussaem menggunakan Buraq.
Buraq itu sendiri dari percahan bahasa Arab berarti Bariiq yang berarti putih, karena itulah warna bulu Buraq putih dan bersih yang mana setapt-tepatnya tanda kesucian.
Namun Buraq dapat diambil dari percahan bahasa Arab yang berarti Barqun atau kilat. Itulah mengapa larinya Buraq bagaikan kilat dan bahkan Buraq tidaklah berjenis jantan atau betina sebagaimana juga malaikat.
Lafad subhaana سبحان di awal surat ini biasanya digunakan apabila ada hubungannya dengan suatu hal atau kejadian yang luar biasa atau yang pantas menimbulkan keheranan.
Sedangkan Miraj berasal dari bahasa Arab yang berarti kendaraan atau alat untuk naik atau tangga yang bentuk jama'nya adalah Ma'arij yang berarti tempat-tempat naik.
Miraj disini ialah tangga yang terbuat dari emas dan perak ciptaan Allah SWT yang dipergunakan malaikat untuk naik dan turun antara langit dan bumi.
Melalui al quran Allah SWT berfirman dalam surat Al Ma'arij ayat 3 dan 4,
مِّنَ اللّٰهِ ذِى الۡمَعَارِجِؕ
Minal laahi zil ma'aarij
تَعۡرُجُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَ الرُّوۡحُ اِلَيۡهِ فِىۡ يَوۡمٍ كَانَ مِقۡدَارُهٗ خَمۡسِيۡنَ اَلۡفَ سَنَةٍۚ
Ta'rujul malaaa'ikatu war Ruuhu ilaihi fii yawmin kaana miqdaaruhuu khamsiina alfa sanah
Yang artinya: "(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik. Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun."
Dalam peristiwa Isra Mi'raj ini, Nabi Muhammad menggunakan Miraj untuk naik dari bawah ke atas. Dari bumi yakni Masjidil Aqsa ke langit hingga akhirnya sampai ke Sidratul Muntaha bersama dengan Malaikat Jibril.
Sidratul Muntaha adalah pohon bidara yang tempatnya di langit tujuh si samping kanan Arsy. Tempat itu adalah tempat yang tidak dapat dicapai oleh para malaikat juga oleh para arwah-arwah.
Selama menapaki langit ketujuh Rasulullah bertemu dengan beberapa nabi.
Rasulullah bertemu nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima dan Nabi Musa di langit keenam.
Setelah tidur sejenak, Rasulullah SAW terjaga dan mengunjungi Ka'bah. Disana beliau mengantuk hingga terlelap.
Lalu datanglah Malaikat Jibril dan membangunkan beliau hingga tiga kali. Kemudian diantarkan nabi menggunakan Buraq untuk melakukan perjanannya.
Hingga pada Rasulullah SAW sampai ke Sidratul Muntaha, beliau mendapatkan perintah untuk mengerjakan sholat wajib 5 waktu yang menjadi titik penting perjalanan beliau dalam malam tersebut.
Dalam Hadist Riwayat Muslim Rasulullah SAW bercerita,
Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya,
“Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab “50 shalat”.
Dia berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il.”
Beliau bersabda, "Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata, "Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku". Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata, "Allah mengurangi untukku 5 shalat."
Dia berkata, “Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman, “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis(baginya) satu kejelekan”.
Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa ’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata, “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya.”
Perintah sholat 5 waktu ini menjadi poin utama dari perjalan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Sholat menjadi satu-satunya kewajiban dan menjadi kebutuhan umat Islam yang amar-nya diturunkan langsung oleh Allah SWT. Sehingga hal tersebut menunjukkan betapa tingginya posisi ibadah sholat.
Belum ada Komentar untuk "Kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Perintah Sholat 5 Waktu bagi Muslim"
Posting Komentar