Cerita Gus Baha Didebat Orang Wahabi Soal Tanggal Kelahiran Nabi
Ulama ahli Tafsir dan Qur’an asal Kab. Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dalam suatu majelis pengajian kitab bersama para santri menceritakan dirinya pernah didebat oleh orang Wahabi soal tanggal kelahiran Nabi Muhammad.
Berikut penjelasan cerita dari Gus Baha:
Ulama dahulu sering menyebut istilah “qila” (قِيْلَ) yang berarti versi/pendapat beberapa kemungkinan tentang tanggal kelahiran Nabi Muhammad, karena tidak akta kelahiran.
Sekarang ini banyak yang menentang bahwa Nabi Muhammad lahir tanggal 12 pada hari Senin. Karena jika sekarang dihitung mundur secara hisab, maka hari Senin itu jatuhnya pada tanggal 19 atau 9.
Dia (orang Wahabi) bilang, “Apa buktinya pada zaman itu tanggal 12 bertepatan dengan hari Senin?”
Mubalig (penceramah) tidak akan sampai memikirkan hal ini. Ia cukup dapat untung amplop Mauludan, jadi nggak mikir.
Kalau jawaban saya tidak ambil pusing, “Karena saya ini ulama, sebelum Anda mempersoalkan itu, dalam kitab Al-Barjanzi yang saya pelajari, dari dulu tidak ada yang PeDe (soal hari & tanggal kelahiran Nabi yang sebenarnya).
Qila tanggal ini, Qila tanggal ini, dan yang paling masyhur tanggal 12. Waqila tanggal 9, waqila tanggal 12, waqila tanggal 8, dan macam-macam pendapat lainnya.
“Anda terlambat mempersoalkan ini,” kata saya kepada orang itu. Sahabat Ibnu Abbas mengira umur Nabi 60 tahun. Kita ikut-ikut menganggap umur Nabi yaitu 63 tahun.
Makanya kalau saya diajak debat model begini, mending saya tinggal tidur saja. Kalau kita antar sesama orang alim itu tidak ada masalah. Wong kepastian hisab ilmunya Tuhan juga ada Qur’annya (dasarnya), ru’yah ilmunya Kanjeng Nabi juga ada Qur’annya (dasarnya).
Dalam kitab Diba’ dan Al-Barzanji sering diterangkan qila dan waqila karena ada sekian kemungkinan.
Kalau ada orang menghitung tanggal 12 tidak jatuh pada hari Senin, itu karena penetapan tanggal ke-1 kalender Qomariyah bisa berbeda-beda. Maka tergantung cara hitungmu menentukan tanggal 1. Kan tanggal 1 bisa selisih 2 hari atau 3 hari. Kayak begitu saja kok tidak tahu.
Akhirnya orang tadi (Wahabi) berpikir, “Benar juga, Pak Baha!”.
“Lha iya, kamu ini kebetulan melihat versi tanggal 12 tidak jatuh pada hari Senin. Karena kamu ini bukan ulama, jadi qila-nya kurang banyak. Saya ini ulama, jadi mengetahui qila yang banyak.”
Salah satu ciri ulama itu mengetahui berbagai pendapat, ada sekian kemungkinan dalam hal yang tidak ada Nash Sharih (dalil yang jelas).
Belum ada Komentar untuk "Cerita Gus Baha Didebat Orang Wahabi Soal Tanggal Kelahiran Nabi"
Posting Komentar