Awalan

Bukan Menangis, Berhenti Menyikapi Kematian dengan Seperti Ini, Gus Baha: ketika Kita Mati Tidak Ada Bedanya


 Gus Baha menjelaskan bagaimana cara berpikir dan menyikapi kematian dengan benar menurut pandangan Islam.

Kematian merupakan hal yang pasti karena sudah ketentuan oleh Allah, namun kapan waktunya itu menjadi rahasiaNya.

Gus Baha mengatakan sebagai manusia banyak yang berpikir bahwa kematian menjadi satu hal yang menakutkan karena tidak ada orang yang siap dengan hal itu.

Namun jika cara berpikirnya benar sesuai dengan tuntunan Islam, maka kematian itu menjadi hal yang biasa, bahkan tidak ada bedanya.

Dilansir PortalJember.com dari channel YouTube TASBIH TV yang diunggah 27 Oktober 2021, berikut penjelasan Gus Baha selengkapnya.

“Betapa gampangnya Islam memandu kita supaya melihat kematian itu hal biasa,” kata Gus Baha.

Menurutnya, ketika manusia hidup di dunia itu dilatih oleh Allah bahwa kita ini adalah objek.

“Objek dari kekuasaan Allah SWT dan sebagai tanda kekuasaan Allah,” jelasnya.

Jika manusia mempunyai pola pikir seperti itu, Gus Baha mengatakan ketika mati tidak akan ada bedanya.

“Ketika kita mati itu bedanya apa? (dengan saat hidup),” ujarnya.

“Kita ini menjadi janggal dengan kematian karena berpikir sebagai subjek (pelaku),” sambungnya.

Oleh sebab itu, dengan cara berpikir bahwa ‘tiada daya dan kekuasaan kecuali milik Allah’ kita akan terbiasa dengan kematian.

Sesungguhnya manusia semasa hidup diurus oleh Allah, maka setelah mati juga juga diurus oleh Allah.

“Zaman kita hidup sebagai objek dari kekuasaan Allah, setelah kita mati juga objek dari kekuasaan Allah,” jelas Gus Baha.

“Zaman kita hidup mendapat rahmat dari Allah, ketika mati pun kita juga mendapat rahmat dari Allah,” sambungnya.

Itulah yang menurutnya menjadi cara berpikir Waliullah dahulu. Makanya mereka selalu tenang menghadapi kematian.***

Belum ada Komentar untuk "Bukan Menangis, Berhenti Menyikapi Kematian dengan Seperti Ini, Gus Baha: ketika Kita Mati Tidak Ada Bedanya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel