Ternyata Ini Alasan Sholat Dhuha Tidak Boleh Dilaksanakan Setiap Hari, Gus Baha Beri Penjelasan
Banyak orang yang mengamalkan sholat Duha agar mendapatkan kelapangan dan kemudahan rezeki.
Keutamaan melaksanakan sholat Duha memang mendatangkan rezeki yang berlimpah. Maka tak jarang orang rajin menjalankan sholat dhuha bahkan hingga setiap hari.
Namun, menurut Gus Baha berdasarkan hasil kajiannya dalam kitab Gunyah karangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, ada pendapat yang justru mengejutkan.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sendiri dikenal sebagai rajanya para wali. Pada kitab karangannya seperti yang disebutkan Gus Baha ada satu riwayat yang melarang melakukan sholat dhuha setiap hari.
"Saya kira maksud Syekh Abdul Qadir bukan begitu. Saya khatamkan itu berkali-kali," kata Gus Baha seperti dikutip DeskJabar dari kanal YouTube Islamadina Official pada video berjudul "Shalat Dhuha Tidak Boleh Setiap Hari || Gus Baha."
Gus Baha menjelaskan pada kitab karangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani itu terdapat kutipan ucapan Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas.
"Jika ada orang yang setiap hari sholat dhuha, Ibnu Abbas datang dan memarahinya," kata Gus Baha menjelaskan.
"Sholat dhuha itu seminggu sekali saja!" sambungnya.
Ibnu Abbas sendiri merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW, dan menurut Ibnu Abbas, Rosulullah pun tak melakukan sholat dhuha setiap hari.
"Aku ini sahabat Nabi, Aku tahu Nabi tidak setiap hari sholat dhuha. Kok kamu tiap hari?" demikian Gus Baha mengucapkan kutipan perkataan Ibnu abbas.
"Dimarahi, dan didatangi oleh Ibnu Mas'ud," tambahnya.
Gus Baha mengakui pada awalnya ia juga sempat bingung dengan maksud dari isi kitab Syekh Abdul Qadir Al-Jalani terkait masalah sholat Duha itu.
Namun, setelah mengkhatamkan dan mengkajinya berkali-kali, Gus Baha baru paham maksud dari larangan melakukan sholat dhuha setiap hari.
"Dulu saya pikir apa maksudnya Syekh Abdul Qadir ini?" kata Gus Baha.
"Tapi lama-lama bener juga, misalnya Rukhin sholat dhuha setiap hari, kan malah "Ternyata sholat dhuha tiap hari pun tetap miskin," terangnya.
Menurut Gus Baha larangan melakukan sholat dhuha setiap hari dalam kitab karangan Syekh Abdul Qadir Al-Jalani melalui riwayat Ibnu Abbas itu bukan terletak pada pelaksanaan sholatnya.
Namun, dikhawatirkan justri orang akan menyalahkan ibadah sholatnya karena hajatnya tak kunjung terkabulkan.
"Orang miskin sholat dhuha setiap hari tak kunjung kaya, nanti malah akan bicara "Sudah sholat dhuha tiap hari tapi kok tetap miskin"," jelas Gus Baha.
"Akhirnya kan menyalahkan sholat dhuha-nya," tutur Gus Baha menambahkan.
Berbeda jika sholat dhuha dilakukan tidak terlalu sering, orang akan termotivasi untuk lebih rajin lagi melaksanakan sholat dhuha ketika doanya belum diijabah.
"Tapi kalau dhuha-nya jarang-jarang kan "Mungkin dhuha-nya kurang giat," kata Gus Baha.
Pada intinya larangan sholat dhuha setiap hari ini menghindari seseorang menyalahkan ibadah akibat dari hajatnya yang tak kunjung terkabulkan.
"Pokoknya sekiranya ibadah mulai menjadi tersangka harus kamu hindari," kata Gus Baha.
Menut Gus Baha hal itu seperti apa yang telah dikatakan Nabi Muhammad SAW dalam melakukan ibadah membaca Al Quran.
"Itu yang dimaksud Nabi kalau kamu baca Quran jika hatimu sedang senang. Jika hatimu mulai tidak senang maka hentikanlah," jelasnya.
"Jangan sampai Quran jadi tersangka begitu juga sholat," ucap Gus Baha.
Gus Baha pun mengatakan bahwa setiap ibadah ada dosisnya, apalagi manusia memiliki rasa bosan. Namun hal itu tidak berlaku untuk ibadah-ibadah yang hukumnya wajib.
"Ini fatwanya ulama langsung dari Rasulullah. Ada silsilahnya. Setiap hal itu ada dosisnya, karena orang pasti punya rasa bosan," katanya.
"Tentu yang fardhu gak bisa, jangan sampai ibadah itu jadi akan merusak diri anda sendiri," pungkasnya.***

Belum ada Komentar untuk "Ternyata Ini Alasan Sholat Dhuha Tidak Boleh Dilaksanakan Setiap Hari, Gus Baha Beri Penjelasan"
Posting Komentar